Kombinasi Kacang & Nutrisi Lain Penyehat Jantung

Kombinasi Kacang & Nutrisi Lain Penyehat Jantung

JANTUNG merupakan penyebab kematian utama di dunia. Untuk mencegahnya, ada cara sederhana yang bisa dilakukan.

Selain menjaga pola makan sehat dan aktif bergerak, mencegah penyakit jantung juga bisa dengan mengudap kacang. Hal ini telah dibuktikan lewat penelitian baru yang menyebut bahwa konsumsi kacang setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30 persen.

Alih-alih mengonsumsi makanan mengandung tinggi gula dan berlemak, Anda bisa mengonsumsi makanan ringan lain yang menyehatkan jantung. Sebagaimana dikutip Femalefirst, Kamis (17/7/2014), mengudap kacang tanah dan kacang mete dapat mengurangi risiko masalah jantung sebesar 30 persen.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Dalam penelitian disebutkan bahwa risiko penyakit jantung turun antara 28 hingga 29 persen untuk konsumsi setiap porsi kacang. Selain itu, bahaya kematian dari penyebab penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi atau obesitas, menjadi 17 persen lebih rendah.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pasien yang memakan kacang. Para ilmuwan menemukan risiko terhadap penyakit stroke hanya menurun sedikit bila mengonsumsi kacang. (Baca: Pola Makan Sehat saat Puasa)

Tak hanya itu, penelitian para ilmuwan Amerika Serikat dan China juga menyoroti manfaat kesehatan mengonsumsi kacang pada diet sehari-hari. Mereka menganjurkan untuk mengkombinasikan kacang-kacangan dengan makanan kaya asam lemak tak jenuh, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya.

Dengan mengkombinasi kacang-kacangan dengan nutrisi lainnya tersebut, para ilmuwan mengatakan bahwa itu dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi peradangan lain di dalam tubuh. (fik)


View the original article here

Manfaat Puasa bagi Pasien Penyakit Jantung

Manfaat Puasa bagi Pasien Penyakit Jantung

PUASA tidak selalu akan berdampak negatif bagi pasien dengan masalah kardiovaskular. Bagaimanapun, puasa tidak memiliki dampak negatif pada pasien dengan kondisi jantung yang stabil.

Kardiologis Dr Benny Panakkal BSc, MBBS, MD dari Badr Al Samaa Hospital, Ruwi, mengatakan bahwa puasa tidak berdampak negatif pada pasien penyakit jantung dengan gejala berulang, seperti nyeri dada atau sesak napas. Menurutnya, puasa memiliki manfaat kesehatan yang signifikan bagi pasien dengan kondisi kardiovaskular stabil.

Lantas, mengapa puasa bisa memiliki manfaat kesehatan yang signifikan? Dr Benny mengatakan bahwa hal tersebut mungkin terjadi karena beberapa kebiasaan, yang menjadi faktor risiko penyakit jantung, menjadi berkurang saat puasa. (Baca: Pasien Penyakit Jantung Tak Bisa Puasa jika...)

“Asupan makanan yang rendah, pantang merokok selama 15 jam per hari, dan kondisi stres berkurang selama berpuasa akan memiliki dampak positif terhadap sistem kardiovaskular pada seseorang yang sehat, juga pasien dengan kondisi jantung stabil selama perawatan,” katanya, seperti dikutip Omanobserver, Selasa (15/7/2014).

Selain itu, Dr Benny mengatakan bahwa individu dengan masalah jantung akan memperoleh manfaat puasa jika mereka mengonsumsi porsi makan lebih kecil setelah berbuka puasa. Juga, sering mengonsumsi makanan sehat dibanding makanan penuh lemak dan berminyak. (Baca: Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter)

“Lebih banyak makan buah, daging tanpa lemak, ayam, dan ikan harus lebih sering dikonsumsi daripada makanan yang digoreng dan lemak. Selain itu, baiknya minuman mengandung tinggi gula dan permen,” tutupnya. (ftr)


View the original article here

Pasien Penyakit Jantung Tak Bisa Puasa jika...

Pasien Penyakit Jantung Tak Bisa Puasa jika...

MEMILIKI penyakit jantung tidak menghalangi seseorang untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Namun, seseorang juga bisa tidak boleh berpuasa dengan kondisi jantung tertentu.

Kardiologis Dr Benny Panakkal BSc, MBBS, MD, dari Badr Al Samaa Hospital, Ruwi, mengatakan bahwa puasa dapat memengaruhi pasien yang menderita serangan jantung akut. Menurutnya, pasien-pasien ini tidak bisa puasa dalam waktu enam pekan setelah serangan jantung. (Baca: Diabetesi Wanita Lebih Rentan Penyakit Jantung Koroner)

“Selain itu, pasien yang menjalankan pengobatan untuk gagal jantung dan mengonsumsi obat-obatan, seperti Lasix untuk menghilangkan cairan dari tubuh, harus menghindari puasa,” katanya, seperti dikutip Omanobserver, Selasa (15/7/2014).

Dr Benny menjelaskan, jika terjadi ketidakseimbangan asupan air atau hilang dari tubuh, maka pasien penyakit jantung tersebut berisiko mengembangkan masalah kesehatan lain. Dampaknya bukan hanya kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi. (Baca: Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter)

“Kehilangan air yang berlebihan tanpa mengganti dengan air minum dapat menyebabkan dehidrasi dan tekanan darah rendah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah lebih lanjut,” tuturnya.

Lebih lanjut, pasien yang setelah menjalani operasi jantung terbuka juga tidak bisa berpuasa, terhitung dari enam pekan paska operasi. Lainnya adalah pasien penyakit jantung yang memerlukan observasi konstan. (Baca: Fakta Penyakit Jantung Patut Anda Pahami)

“Pasien jantung yang sedang minum obat pengencer darah atau antikoagulan, dan pasien dengan kondisi memerlukan observasi konstan lebih baik menghindari puasa, kecuali sudah memperoleh izin dari dokter,” simpulnya. (ftr)


View the original article here

Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter

Mau Puasa, Pasien Jantung Perlu Konsultasi Dokter

KETIKA hendak memasuki bulan Ramadan, banyak pasien penyakit jantung bertanya-tanya, apa yang harus mereka lakukan selama berpuasa?  
Dr Benny Panakkal BSc, MBBS, MD, kardiolog dari Badr Al Samaa Hospital, Ruwi, mengatakan bahwa umumnya orang dengan kondisi stabil dan tanpa gejala asimtomatik, tidak ada salahnya berpuasa selama Ramadan. Bahkan, beberapa studi baru menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar kolesterol dan menurunkan berat badan jika dilakukan dengan cara yang sehat.
Namun, bukan berarti seorang pasien jantung bisa langsung menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. “Bagaimanapun, selalu lebih aman untuk mencari saran dokter sebelum pasien jantung mulai puasa karena ada situasi tertentu di mana mereka tidak dianjurkan puasa,” katanya, seperti dikutip Omanobserver, Selasa (15/7/2014).
Kemudian, Dr Benny Panakkal mengatakan bahwa sangat penting bagi pasien penyakit jantung untuk tetap mengonsumsi obat yang diresepkan dokter selama berpuasa. Tidak perlu khawatir, menurutnya, minum obat dapat disesuaikan dengan waktu puasa.
Dia menjelaskan semua pasien perlu menjalani stenting, terutama dua obat implan, perlu rutin dikonsumsi untuk mencegah pembekuan darah. Obat tersebut adalah asprin dan clopidogrel, setidaknya untuk jangka waktu setahun. (Baca: Minum Banyak Alkohol Berisiko Penyakit Jantung)

Setelah satu tahun, konsumsi clopidogrel umumnya bisa dihentikan, tetapi aspirin harus dilanjutkan seumur hidup kecuali dianggap tidak perlu oleh dokter. Lalu, bagaimana waktu konsumsi kedua obat tersebut selama berpuasa di bulan Ramadan?
“Aspirin dikonsumsi setelah berbuka puasa karena harus setelah makan untuk mencegah masalah perut. Sedangkan, clopidogrel dapat dikonsumsi sebelum sahur atau setelah berbuka puasa. Obat penurun kolesterol dapat dikonsumsi seperti biasa, yakni sebelum tidur,” tutupnya.
(ftr)

View the original article here

Selain Sehatkan Jantung, Ini Manfaat Lain Kacang Kenari

Selain Sehatkan Jantung, Ini Manfaat Lain Kacang Kenari

ALMOND alias kacang kenari banyak digemari karena manfaatnya dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, konsumsi almond secara rutin membantu dalam mengurangi risiko serangan jantung dan menurunkan jahat.

Selain jantung, almond juga memiliki manfaat lain. Berikut beberapa manfaat kesehatan mengonsumsi almond seperti dilansir Boldsky, Senin (14/7/2014).

Almond bersifat basa

Almond bersifat basa sehingga membantu untuk menghindari kenaikan berat badan atau kehilangan energi. Selain itu, almond melepaskan protein yang bersifat alkali di alam yang pada akhirnya membantu menyeimbangkan fungsi tubuh. (Baca: Kiwi Efektif Tingkatkan Mood Pria)

Almond mengandung lemak baik

Almond memiliki kandungan lemak tinggi. Meski begitu, almond tidak meningkatkan berat badan bagi yang mengonsumsinya. Hal ini karena almond mengandung lemak baik yang tidak membentuk lapisan lemak jenuh di sekitar otot-otot Anda. Bahkan, lemak ini membuat tubuh mudah membakar kalori untuk menghasilkan energi yang diperlukan.

Baik untuk fungsi otak

Makan almond di pagi hari dapat membantu menyehatkan fungsi otak. Hal ini karena almond mengandung banyak nutrisi seperti riboflavin yang membantu kelancaran kerja fungsi otak. Selain itu, mengonsumsi almond baik untuk kesehatan otak karena meningkatkan daya ingat dan kerja otak lainnya. (fik)


View the original article here

Kunci Jaga Kesehatan Jantung

Kunci Jaga Kesehatan Jantung

PENYAKIT jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Karenanya, kesehatan jantungpun harus dijaga dengan sejumlah kunci.

Consultant Cardiologist dari London Bridge Hospital, Dr Gerald Carr-White, mengatakan bahwa kunci untuk menjaga kesehatan jantung adalah menerapkan gaya hidup jangka panjang yang sehat. Misalnya, Anda harus berhenti dari kebiasaan merokok, salah satu faktor risiko penyakit jantung.

“Kunci menjaga kesehatan jantung adalah menerapkan gaya hidup jangka panjang yang sehat. Anda tidak boleh dan berusaha untuk tidak kelebihan berat badan,” katanya, seperti dikutip Femalefirst, Senin (14/7/2014).

Selain itu, Dr Gerald Carr-White menyarankan untuk menjalankan diet Mediterania yang menekankan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Dia menekankan untuk menggunakan minyak zaitun dibanding mentega dan rempah-rempah sebagai pengganti garam.

“Selain itu, Anda harus mengutamakan makan ikan, khususnya ikan berminyak dan unggas, daripada daging merah,” tuturnya. (Baca: Minum banyak alkohol berisiko penyakit jantung)

Lebih lanjut, Dr Gerald mengatakan bahwa aktif berolahraga juga merupakan kunci menjaga kesehatan jantung. Anda harus aktif berolahraga setidaknya 30 menit dalam tiga kali sepekan.

“Namun, yang terpenting adalah jika Anda mengalami gejala seperti nyeri dada saat beraktivitas, sesak napas, pergelangan kaki bengkak, pusing atau pingsan, maka segera periksa ke dokter spesialis jantung,” imbuhnya.

Seperti diketahui, gangguan paling umum dan paling serius dari masalah jantung adalah penyempitan atau penyumbatan arteri koroner. Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas saat melakukan aktivitas, serangan jantung dan gagal jantung. (fik)


View the original article here

Minum Banyak Alkohol Berisiko Penyakit Jantung

Minum Banyak Alkohol Berisiko Penyakit Jantung

APAKAH Anda termasuk peminum alkohol? Baiknya, mulai sekarang mengurangi kebiasaan tersebut.

Terlalu banyak minum alkohol bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sebuah penelitian baru menunjukkan, mengurangi konsumsi alkohol dapat menurukan tekanan darah dan risiko penyakit jantung koroner.

Lalu, apa sebenarnya efek terlalu banyak minum alkohol terhadap jantung? Consultant Cardiologist dari London Bridge Hospital, Dr Gerald Carr-White, mengatakan bahwa terlalu banyak minum alkohol dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

“Terlalu banyak minum alkohol dapat meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah yang menyuplai jantung Anda sehingga meningkatkan risiko serangan jantung,” katanya, seperti dikutip Femalefirst, Senin (14/7/2014).

Selain meningkatkan risiko serangan jantung, menurut Dr Gerald Carr-White, terlalu banyak minum alkohol bisa memicu masalah kardiovaskular lainnya. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko terkena stroke, tekanan darah tinggi, dan rentan terhadap takiaritmia (kecepatan jantung meningkat).

“Selain itu, terlalu banyak minum alkohol juga meningkatkan risiko diabetes dan gagal jantung, di mana jantung menjadi lemah,” tutupnya. (Baca: Puasa Lindungi Kesehatan Jantung & Jauhi Stres)
(fik)


View the original article here