Cedera Otot Lutut Minimal Enam Bulan Bisa Sembuh

Cedera Otot Lutut Minimal Enam Bulan Bisa Sembuh

KETIKA cedera putus urat ligamen, banyak orang melakukan operasi untuk menyembuhkannya. Lantas, usai operasi kapan pasien bisa jalan kembali seperti semula?
Dr L. Andre Pontoh, SpOT (K), spesialis bedah orthopedi RS Pondok Indah, menjelaskan bahwa butuh berbulan-bulan bagi pasien yang cedera lutut pada ligamennya untuk bisa sembuh. Pasalnya, hal ini dikarenakan menunggu urat ligamen asli tumbuh. Tentu, keseimbangan tubuhnya saat berjalan dan untuk berolahraga akan kembali lagi. (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)
"Kenapa butuh berbulan-bulan, karena operasi itu mengganti dengan urat yang baru (buatan-red). Baru bulan keenam, urat ligamen tumbuh lagi untuk perbaikan otot," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Lutut Cedera Usai Berlari, Bolehkah Dipijat?)
Meski begitu, cedera otot ligamen tidak selalu ditangani dengan operasi. Operasi dinilai menjadi pilihan cepat untuk kembali beraktivitas. (Baca: Penanganan Tepat Cedera Lutut)
"Jika pria berumur 60 tahun mengalami cedera lutut, apakah ia harus dioperasi, mau buat apa lagi? Rasanya tidak perlu. Operasi ini dilakukan untuk mereka yang masih ingin melakukan aktivitas kesukaannya, entah berjalan atau berolahraga. Nah, kalau orang itu ingin bisa melakukan banyak aktivitas, seperti berjalan dengan seimbang atau berolahraga lagi, operasi memang pilihannya," tutupnya.
(ftr)

View the original article here

Awas, Obesitas Dekatkan Anda dengan Cedera Lutut

Awas, Obesitas Dekatkan Anda dengan Cedera Lutut

SELAIN mendekatkan pada penyakit kardiovaskuler, obesitas juga bisa memicu cedera lutut. Hal ini seperti diungkapkan Dr. L. Andre Pontoh, SpOT (K), spesialis orthopedi dari RS Pondok Indah.  
"Orang yang berat badan besar itu akan mengalami penekanan pada lutut meningkat, inilah yang bisa membuat tulang rawan pada lutut terkikis," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)
Lebih spesifik, cedera lutut sangat berisiko pada orang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30.
"Orang yang BMI (Body Mass Index atau IM-red) di atas 30 itu harus berhati-hati. Sebabnya dia sudah memiliki risiko mengalami kerusakan sendi lutut," terangnya.
Sementara cara untuk pencegahannya, dr. Andre menjelaskan bahwa menurunkan berat badan dengan pola makan sehat dan berolahraga adalah perpaduan yang baik. Namun, kategori olahragapun tidak boleh yang membebani lutut. Jika dipaksakan, peradangan yang terjadi di lutut kian bertambah. (Baca: Lutut Cedera Usai Berlari, Bolehkah Dipijat?)
"Bersepeda dan berenang adalah olahraga ideal untuk mereka yang untuk menurunkan berat badan, jangan berlari. Pakai sepeda statis itu juga sangat bagus. Cuma memang, kebanyakan orang tidak suka karena tidak mendapatkan pemandangan-pemandangan yang didapat dengan bersepeda biasa,” tutupnya.
(ftr)

View the original article here

Penting Dicatat, Nyeri Lutut Belum Tentu Osteoporosis

Penting Dicatat, Nyeri Lutut Belum Tentu Osteoporosis

BANYAK wanita gemuk saat merasakan nyeri lutut, sudah memvonis diri mengalami gejala osteoporosis. Padahal, nyeri lutut belum tentu osteoporosis.

Menurut Dr Yanwar Hadiyanto MARS, Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group, masih banyak wanita salah memersepsikan rasa nyeri lutut sebagai osteoporosis. Merekapun buru-buru meminum susu kaya kalsium untuk mencegahnya. Padahal, upaya tersebut tidak akan memberi efek apa-apa karena kondisi tersebut bukanlah osteoporosis.  
"Ibu-ibu kita nih, khususnya yang gemuk, suka mengeluh lututnya sakit. Mereka terus mereka sok tahu, menduga bahwa osteoporosis lalu minum susu yang banyak, inilah yang salah," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)
Senada dengan penjelasan di atas, Dr L. Andre Pontoh, SpOT (K), spesialis bedah orthopedi RS Pondok Indah juga mengatakan jika nyeri lutut bukan osteoporosis. Namun, bisa jadi gejala osteoarthritis, yakni peradangan pada sendi lutut.(Baca: Si Merah Mungil Pendongkrak Gairah Seks)
"Osteoporosis itu enggak pernah bikin nyeri, kecuali kalau dia (tulang-red) patah. Kalau patah biasanya di bagian tulang belakang, pinggul, tangan, bukan di lutut. Kalau di lutut dan muncul rasa nyeri saat melakukan kegiatan tertentu, dan suka kambuh lagi, itu steoarthritis," terang Dr Andre. . (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)
Untuk pengobatan osteoarthritis, para wanita bisa menurunkan berat badannya dan berkonsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan obat yang tepat, pesannya. (Baca: Lutut Cedera Usai Berlari, Bolehkah Dipijat?)
(ftr)


View the original article here

Berolahraga Tanpa Pemanasan, Cedera Lutut Mengancam

Berolahraga Tanpa Pemanasan, Cedera Lutut Mengancam

DEMAM Piala Dunia biasanya mendongkrak semangat kita untuk bermain futsal ataupun sepakbola. Jika hal ini serupa yang Anda rasakan, jangan pernah lupa melakukan pemanasan dulu saat melakukan olahraga itu.  
Dr L. Andre Pontoh, SpOT (K), spesialis bedah orthopedi RS Pondok Indah, menjelaskan bahwa pemanasan sangat penting untuk semua kegiatan berolahraga. Jika tidak, hal itu bisa mendatangkan cedera pada lutut atau kaki. (Baca: Penanganan Tepat Cedera Lutut)

"Biasanya orang habis nonton World Cup, mereka jadi semangat berolahraga main bola atau futsal sampai lupa pemanasan. Nah, ini sebenarnya yang suka bikin lutut orang cedera. Lakukan stretching dulu, pelan-pelan. Apalagi, mereka yang sudah jarang berolahraga dan melakukan olahraga esktrem atau high contact," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)
Meski begitu, jika sudah terlanjur cedera lutut, dr Pontoh menganjurkan segera lakukan penanganan. Seperti apa?
"Berhenti dari berolahraga, mengompres bagian yang nyeri dengan air hangat atau dingin kemudian dibebat agar tidak mengalami bengkak," terangnya. (Baca: Lutut Cedera Usai Berlari, Bolehkah Dipijat?)


(ftr)

View the original article here

Nyeri di Lutut Kanan, Apakah Gejala Osteoporosis?

Nyeri di Lutut Kanan, Apakah Gejala Osteoporosis?

DOKTER, saya belakangan ini merasa nyeri pada lutut kanan. Awalnya terjadi hanya sesekali, khususnya setelah saya berolahraga tenis meja, tapi makin ke sini keluhan nyeri di lutut kanan makin sering saya rasakan. Ini khususnya pas saya melakukan kegiatan sholat.  
Pertanyaan saya, apakah ini tanda awal osteoporosis atau apa? Mohon penjelasannya, Dok. Terima kasih.
Rahmat-Cengkareng
Jawab:
Halo Pak Rahmat, mengenai keluhan yang Anda rasakan itu bukanlah osteoporosis. Sebab, gejala osteoporosis tidak menyebabkan rasa sakit, kecuali sudah dalam kondisi patah.
Apa yang Anda alami sekarang adalah osteoartitis, sebuah peradangan yang terjadi akibat perkapuran. Saya berkesimpulan seperti itu karena polanya khas penyakit ini seperti Anda rasakan. Awalnya, rasa nyeri jarang terjadi tetapi berangsur-angsur lebih lebih intens lagi. Kalau tidak diambil tindakan medis secepatnya, nanti setiap waktu Anda akan merasakan rasa nyeri. (Baca: Penanganan Tepat Cedera Lutut)
Kondisi ini bahkan terjadi saat tidur sekalipun. Karenanya, jalan keluar yang dilakukan adalah menurunkan berat badan agar beban yang diterima lutut lebih ringan. Proses peradangan terhadap tulang rawan terminimalisir secara otomatis. (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)


Selain itu, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis orthopedi untuk mendapatkan obat yang tepat guna. Semoga membantu. (Baca: Lutut Cedera Usai Berlari, Bolehkah Dipijat?)
Salam,
 
Dr. L. Andre Pontoh, SpOT (K)
Spesialis orthopedi Jakarta Knee & Shoulder Orthopaedic Sports Center RSPI
(fik)

View the original article here

Kolang-Kaling Belum Pasti Cegah Cedera Lutut

Kolang-Kaling Belum Pasti Cegah Cedera Lutut

BAGI penyuka olahraga lari, glukosamin dan kolang-kaling bukanlah hal yang asing. Pasalnya, dua asupan tersebut diyakini bisa melindung lutut dari cedera.  
Dr L. Andre Pontoh, SpOT (K), spesialis bedah orthopedi RS Pondok Indah, mengatakan bahwa glukosamin dan kolang kaling kadang dijadikan nutrisi bagi penyuka lari demi melindungi lutut mereka. Sayangnya, belum ada bukti klinis yang menyatakan manfaat tersebut sejauh ini. (Baca: Penanganan Tepat Cedera Lutut)

"Bahwa memang glukosamin dan kolang kaling punya kemampuan pencegahan anti radang, tapi belum ada riset yang mengatakan bisa melindungi itu. Jadi, saya tidak bisa memberi anjuran," katanya di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Hati-hati, Pakai High Heels Bikin Cedera Lutut)
Menurut dia, cedera lutut banyak terjadi karena kecelakaan, seperti saat olahraga. Selain itu, meski sudah mengonsumsi nutrisi yang cukup, bukan berarti menghilangkan risiko cedera lutut. (Baca: Lutut Cedera Usai Berlari, Bolehkah Dipijat?)
"Kita memang sebelum berolahraga diharuskan mencukupi asupan protein, karbohidrat untuk sumber energi dan pembentukan otot, serta kalsium untuk kesehatan tulang. Tapi, semua itu belum tentu membuat penyuka olahraga itu bebas dari cedera lutut," tutupnya.
(ftr)

View the original article here